Muhammad Syafii


RMEDIA, JAKARTA - Politikus Partai GerindraMuhammad Syafii menarik perhatian masyarakat karena doa yang disampaikan pada Sidang Tahunan MPR RI.

Sidang tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/8/2016) lalu.

Ditemui diruangannya di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Syafii mengaku telah bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Pertemuan dengan Prabowo terjadi di Hambalang, Bogor saat memperingati hari kemerdekaan ke-71 RI.
"Kebetulan semalam anak saya datang semua dari Medan. Mereka ingin bertemu dengan Ketum. Kebetulan ketum adakan 17-an di Hambalang " kata Syafii di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Saat berada di Hambalang, Syafii mengaku kader Gerindra memberikan dukungan kepadanya.
Lalu, Syafii bersalaman dengan Prabowo Subianto setelah mengantar anak-anaknya.

Prabowo lalu bertanya kepada Syafii saat bersalaman.
Mantan Danjen Kopassus tersebut bertanya kepada Anggota Komisi III DPR itu mengenai tanggapan masyarakat.

Kemudian bertanya alasan Syafii berdoa seperti itu.
"Ada enggak gangguan yang diterima dari doa itu? Saya bilang enggak ada apa-apa. Kenapa anda berdoa seperti itu? Saya ungkapkan. Saya bilang hanya melihat situasi yang tidak seharusnya di publik. Faktanya muncul kalimat itu Allah beri pertolongan," kata Anggota MKD itu.

Prabowo, kata Syafii, juga bertanya apakah dirinya memiliki tendensi untuk menjelekkan seseorang.
Pasalnya, Prabowo tak suka menjelekkan orang.
"Saya bilang tidak, dia akhirnya ucapkan selamat," kata Syafii.

Berikut doa tersebut:

"Kami seperti mata pisau yang hanya tajam ke bawah tumpul keatas sehingga mengusik rasa keadailang bangsa ini ya rabbalalamin.
Wahai Allah, memang semua penjara over capasity, tapi kami tidak melihat ada upaya untuk mengurangi kejahatan, karena kejahatan seperti diorganisir ya Allah.
Kami tahu pesan dari sahabat nabi Nuh bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang hebat tapi karena orang-orang baik belum bersatu atau belum mendapat kesempatan di negeri ini untuk membuat kebijakan-kebijakan yang baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan itu. Ya Rabbalalamin.
Lihatlah kehidupan ekonomi kami. Bung Karno sangat khawatir bangsa ini akan menjadi kuli di negeri kami sendiri. Tapi sepertinya kami kehilangan kekuatan untuk menyetop itu untuk bisa terjadi.
Lihatlah Allah bumi kami yang kaya dikelola bangsa lain dan kulinya adalah bangsa kami.
Ya Allah, kehidupan sosial budaya, sepertinya kami kehilangan jati diri bangsa ini yang ramah, yang santun dan saling percaya. Ya Rabalalamin
kami juga tidak tahu kekuatan pertahanan dan keamanan bangsa ini kalau suatu ketika ada bangsa lain yang menyerang bangsa kami. Ya Rahman, Ya Rahim.
Tapi kami masih percaya kepada Mu, bahwa ketika kami masih mau menadahkan tangan kepada Mu itu berarti kami masih mengakui Engkau adalahn Tuhan kami, Engkau adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Jauhkan Kami dari pemimpin yang khianat yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini, tapi seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat.
Dimana-mana rakyat harus digusur tanpa tahu mereka harus pergi, dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan.
Ya Allah di negeri yang kaya ini, rakyat kami outsorsing, Ya Allah tidak ada jaminina kehidupan mereka. Aparat begitu antusias untuk menakuti rakyat.
Hari ini di Kota Medan, Sumatera Utara 5000 KK (Kepala Keluarga) rakyat Indonesia sengsara dengan perlakuan aparat negara.
rakyat ini banyak yang tidak tahu apa-apa. Mereka percayakan kendali negara kepada pemerintah.
Ya Allah, kalau ada mereka yang ingin bertaubat terima lah taubat mereka. Tapi jika mereka tidak bertaubat dengan kesalahan yang dia perbuat, maka gantikan dia dengan pemimpin yang lebih baik di negeri ini, Ya Rabbalalamin."


Sumber : tribunnews.com / Doa M syafi'i

0 comments so far,add yours