![]() |
| pict Ali Mustofa |
RMEDIA,Jakarta--Pembacaan doa yang di lakukan oleh M syafi’i pada penutupan sidang paripurna MPR/DPR RI pada beberapa waktu yang lalu bagaikan sebuah prosesi yang sangat sakral.Hal ini sangat jarang terjadi .Doa yang sangat sempurna dapat di panjatkan dengan ketulusan hati dan kesejukan untuk setiap orang yang mendengarnya.Ada yang setuju mendengar doa tersebut (mengamini) ada yang tidak setuju (brontak istilah ruqyah = dikerumuni setan).
Doa tersebut Bak sebuah prosesi ruqyah nasional untuk bangsa ini.Ibaratkan sebuah prosesi ruqyah ,dimana adanya fenomena dua hal yang terjadi.Pertama kesadaran yang timbul setelah doa tersebut di panjatkan dan kedua adanya pembrontakan dari dalam diri yang terhadap prosesidoa ruyah tersebut bila jiwa kita sudah di kuasai oleh setan atau jin yang terlalu kuat mediami diri kita.
Salah satu netizen bernama Ali Mustofa menilai doa tersbut sangtalah positif buat bangsa ini.
Berikut penilaiannya tentang doa tersebut:
“
Doa yang dilantunkan oleh M.Syafii itu bagaikan prosesi rukyah massal bagi penyelenggara negara dan rakyatnya. Ada yang mengamini dengan khusyuk doa yang dibawakan karena sesuai dengan fakta fakta yang ada demi kebaikan bangsa Indonesia. Namun ada juga yang kepanasan, salah tingkah bagaikan duduk bertikam bara.
Pemandangannya nampak seperti prosesi rukyah massal saja. Yang kebetulan dalam dirinya bersemayam tabiat setan dan sejenisnya, akan merasa gelisah, panas dan gerah tiada terkira. Harusnya dalam momen seperti ini perlu diperbanyak kyai atau ustadz yang bisa mengusir jin dan setan yg merasuki jiwa jiwa orang yg kesurupan itu ya.
Biar mereka tdk bikin onar atau keributan baik di sosial media atau dunia nyata. Karena orang orang yang "kesurupan" ini kalau dibiarkan mengurus negara akan menjadi bubrah nantinya. Fenomena ini juga berlu bagi para pendukungnya. Makanya prosesi doa harusnya bukan sekadar untuk formalitas belaka tapi substansinya harus sesuai fakta agar jiwa jiwa kerdil yang menjadi sasarannya merasa kepanasan dibuatnya. Itulah doa yang manjur dan Insya Allah di ijabah oleh Tuhan Yang Maha Esa.”
Berikut bunyi doa yang di bacakan oleh M Syafi'i
"Kami seperti mata pisau yang hanya tajam ke bawah tumpul keatas sehingga mengusik rasa keadailang bangsa ini ya rabbalalamin.
Wahai Allah, memang semua penjara over capasity, tapi kami tidak melihat ada upaya untuk mengurangi kejahatan, karena kejahatan seperti diorganisir ya Allah.
Kami tahu pesan dari sahabat nabi Nuh bahwa kejahatan-kejahatan ini bisa hebat bukan karena penjahat yang hebat tapi karena orang-orang baik belum bersatu atau belum mendapat kesempatan di negeri ini untuk membuat kebijakan-kebijakan yang baik yang bisa menekan kejahatan-kejahatan itu. Ya Rabbalalamin.
Lihatlah kehidupan ekonomi kami. Bung Karno sangat khawatir bangsa ini akan menjadi kuli di negeri kami sendiri. Tapi sepertinya kami kehilangan kekuatan untuk menyetop itu untuk bisa terjadi.
Lihatlah Allah bumi kami yang kaya dikelola bangsa lain dan kulinya adalah bangsa kami.
Ya Allah, kehidupan sosial budaya, sepertinya kami kehilangan jati diri bangsa ini yang ramah, yang santun dan saling percaya. Ya Rabalalamin
kami juga tidak tahu kekuatan pertahanan dan keamanan bangsa ini kalau suatu ketika ada bangsa lain yang menyerang bangsa kami. Ya Rahman, Ya Rahim.
Tapi kami masih percaya kepada Mu, bahwa ketika kami masih mau menadahkan tangan kepada Mu itu berarti kami masih mengakui Engkau adalahn Tuhan kami, Engkau adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Jauhkan Kami dari pemimpin yang khianat yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, yang kekuasaannya bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini, tapi seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat.
Dimana-mana rakyat harus digusur tanpa tahu mereka harus pergi, dimana-mana rakyat kehilangan pekerjaan.
Ya Allah di negeri yang kaya ini, rakyat kami outsorsing, Ya Allah tidak ada jaminina kehidupan mereka. Aparat begitu antusias untuk menakuti rakyat.
Hari ini di Kota Medan, Sumatera Utara 5000 KK (Kepala Keluarga) rakyat Indonesia sengsara dengan perlakuan aparat negara.
rakyat ini banyak yang tidak tahu apa-apa. Mereka percayakan kendali negara kepada pemerintah.
Ya Allah, kalau ada mereka yang ingin bertaubat terima lah taubat mereka. Tapi jika mereka tidak bertaubat dengan kesalahan yang dia perbuat, maka gantikan dia dengan pemimpin yang lebih baik di negeri ini, Ya Rabbalalamin."[rm]


0 comments so far,add yours