Orang bayaran Pelaku kerusuhan trisakti


RMEDIA, JAKARTA -- Sebanyak 71 pelaku kericuhan di Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, saat ini masih ditahan di Mapolda Metro Jaya. Salah satu pelaku, Budi mengaku hanya berperan sebagai orang suruhan dalam kasus tersebut.

Ia menyebut, preman-preman yang terlibat dalam aksi hari ini dibayar sebesar Rp 150 ribu per kepala. "Janjinya kami mau dikasihsatus seket (Rp 150 ribu) per orang. Tapi itu belum kami terima. Yang sudah dibayar baru uang transportasi untuk kami bersama sebesar Rp 1 juta," kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/8).

Kepada wartawan, pria itu juga mengaku sebagai relawan Joko Widodo (Jokowi) pada saat Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014, lalu. "Saya juga punya kartu relawan Jokowi. Kartu itu saya dapatkan saat disuruh mengumpulkan para relawan. Pokoknya, kalau mau tahu banyak, silakan cari saya di belakang gedung DPR/MPR," ucapnya.

Kericuhan massal terjadi di kampus Universitas Trisakti, Rabu (24/8). Insiden itu berlangsung menjelang digelarnya acara pelantikan pimpinan yang baru di lembaga pendidikan tersebut. Penyebab kericuhan diduga karena perselisihan antara rektor baru yang akan dilantik, Edi Suandi Hamid, dan rektor lama, Thoby Mutis.

Pada pukul 03.00 WIB, sekitar puluhan pria diduga preman mengenakan ID Yayasan Trisakti tiba di kampus dan langsung masuk untuk mengusir petugas pengamanan rektor lama, hingga menimbulkan keributan.

Pada pukul 06.00 WIB, sejumlah personel dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat dan tentara dari Komando Distrik Militer 0503 Jakarta Barat diterjunkan ke lokasi untuk mengantisipasi konflik lebih lanjut. Namun, sekira dua jam sesudahnya, situasi di kampus kembali memanas. Sekelompok preman dari pihak Thoby memblokir seluruh akses pintu masuk ke Universitas Trisakti untuk mengadang rektor baru memasuki area kampus.


Saat ini, Republika.co.id, masih berusaha menkonfirmasi kepada Relawan Jokowi terkait klaim Budi tersebut.

Sumber : Republika.co.id

0 comments so far,add yours