![]() |
| Prabowo bersama Cagub DKI Anies-Sandy |
Jakarta, MRT Indonesia --Gerindra akan mengantisipasi proses terjadinya kecurangan yang terjadi dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua dengan menaro 15 orang untuk melakukan pengawasan.
"Saya hanya bisa menyampaikan bahwa kita sudah melakukan konsolidasi yang lebih agar pelaksanaan Pilkada bisa berjalan sesuai dengan aturan yang ada, luber dan jurdil," kata politisi Gerindra, Muhammad Syafi'i di Aula Masjid Baiturrahman, Jalan Sahardjo, Nomor 100, Manggarai Jakarta selatan, hari ini.
Pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta sempat terpantau adanya proses kecurangan yang terjadi di Kalibata dan Jakarta Barat. Panwaslu kemudian merekomendasikan pemilihan ulang di kedua TPS tersebut.
Syafii menambahkan, pilkada seharusnya berjalan dengan jujur, adil dan transparan tanpa intimidasi dari manapun.
Lebih lanjut, anggota Komisi III ini mengatakan, untuk melakukan pencegahan tekanan yang ada di TPS, seperti bentuk-bentuk intimidasi dari yang sebelumnya (Iwan Bopeng), pasangan Anies-Sandi telah menyepakati akan menerjunkan lima belas orang di tiap TPS.
"Kita tadi sudah sepakati, minimal satu TPS dikawal oleh sepuluh orang relawan, itu lain dari saksi yang sudah disiapkan oleh partai, karena partai menyiapkan dua saksi di dalam, dan tiga pengawas di luar, jadi kalau ditambah 10 lagi berarti per TPS kita sudah dikawal oleh 15 orang," ujarnya.[rima/MRT]

0 comments so far,add yours